Cara Membuat Teks Bergerak di Address Bar

Posted by ipa3 | Monday, December 21, 2009 | | 0 comments »

1. Temukan Kode ]]></b:skin></head> di edit html blog anda
2. Copy dan paste code dibawah ini di atas code </head>

<SCRIPT language='JavaScript'>
var txt=&quot;..::CAKRAWALA- IPA3::... &quot;;
var kecepatan=170;var segarkan=null;function bergerak() { document.title=txt;
txt=txt.substring(1,txt.length)+txt.charAt(0);
segarkan=setTimeout(&quot;bergerak()&quot;,kecepatan);}bergerak();
</SCRIPT>

Read more

Review Netbook Axioo Pico

Posted by ipa3 | Monday, December 21, 2009 | | 0 comments »




Pertama melihatnya, kami langsung mendapati kemiripan netbook ini dengan dengan MSI Wind U100. Bahkan kami kesulitan menemukan perbedaannya, jadi sepertinya keduanya dibuat oleh tangan yang sama.

Spesifikasinya pun mirip, seperti menggunakan prosesor Intel Atom N270 (1,6GHz) dan layar berukuran 10”. Kalaupun ada yang membedakan, itu adalah kapasitas harddisknya. Pico memiliki 160GB, sementara Wind 80GB. Kapasitas sebesar ini patut dicatat sebagai kelebihan Pico, mengingat netbook lain—seperti Acer Aspire One—mentok di angka 120GB. Fasilitas lain yang disediakan Pico adalahWi-Fi, Bluetooth, Ethernet, slot SD Card, dan VGA Out.

Karena bentuk fisiknya sama, Pico memiliki kelebihan serupa dengan Wind. Salah satunya adalah keyboardnya yang terasa luas; setidaknya untuk ukuran netbook. Jika dihitung, ukuran tiap kunci sekitar 17x15 cm, membuat proses mengetik terasa nyaman dan kami tidak kesulitan mencapai kecepatan mengetik standar. Kami juga tidak merasakan paparan panas yang signifikan di sandaran tangan meski telah menggunakannya dalam waktu lama.

Kelebihan lain Pico adalah kualitas layarnya yang cukup bagus. Pada setelan brightness tertinggi, layarnya mampu menunjukkan detail yang tajam, tanpa menyebabkan paparan yang terlalu silau. Layar 10,2” ini sendiri memiliki resolusi 1024x600 pixel, sehingga nyaman digunakan ke situs-situs yang dioptimasi di lebar resolusi 1024 pixel.

Dimensi Pico sekitar 26x18 cm, dengan tebal antara 2,6-3 cm. Bobotnya sendiri sekitar 1,15 kg. Jika dibandingkan, Pico sedikit lebih berat dibanding Asus Eee PC atau Acer Aspire (1kg). Namun perbedaan bobot ini seharusnya tidak bermasalah, karena kami merasa tetap nyaman membawanya keliling kantor.
Karena menggunakan komponen yang sama, kami mencoba membandingkan kinerja Pico dengan Wind. Hasilnya bisa diduga: keduanya memiliki kinerja yang mirip. Termasuk di antaranya daya tahan dalam memutar video dalam format HD yang sekitar 1,5 jam.

Hasil ini mirip dengan Wind, tapi tidak bisa menandingi Asus Eee PC 901 yang mencatat waktu lebih dari 4 jam. Ini tidak lain disebabkan penggunaan harddisk berbentuk piringan dan kapasitas batere yang cuma 2200 mAh. Jadi jangan lupa siapkan charger ketika Anda membawa Pico bepergian.

Dengan bentuk yang mirip, Axioo Pico sepertinya dibuat oleh tangan yang sama dengan MSI Wind. Dan karena MSI yang memiliki pabrik, berarti Axioo membeli Pico dari MSI. Ini berarti Pico lebih mahal dibanding Wind dong? Ternyata tidak. Pico dibandrol dengan harga Rp. 4,8 juta, sementara Wind sekitar Rp. 5,3 juta. Jadi sepertinya MSI ‘memberikan’jalan bagi OEM-nya untuk lebih kompetitif dalam harga dibanding produknya sendiri. Agak aneh, tapi itulah bisnis.
***

Dengan harga di bawah Rp. 5 juta dan sudah termasuk Windows Home Edition, Axioo Pico adalah pilihan yang bagus untuk Anda yang mencari netbook. Saingan terdekat adalah Acer Aspire One versi Windows yang dibandrol sekitar Rp. 4,8 juta.

Kelebihan Pico adalah telah dibekali Bluetooth dan kapasitas harddisk lebih besar, sementara kelebihan Aspire One adalah adanya dua slot SD Card. Karena jarang menggunakan SD Card, bagi kami Axioo Pico adalah pilihan yang lebih memikat dibanding Aspire One.

Data & Fakta
PLUS: Harga kompetitif; ada Bluetooth.
MINUS: Kapasitas batere cuma 2200 mAh.


SKOR PENILAIAN (maksimal 5)
Kinerja: 4,2
Fasilitas: 4,7
Kemudahan: 4,5
Harga:4
SKOR TOTAL: 4,45

SPESIFIKASI Axioo Pico DJM616A
Prosesor: Intel Atom N270 1,6GHz
RAM: DDR2 1GB (maksimal 2GB)
Chipset: Intel Mobile 945GME
Kartu grafis: Intel GMA 950 (onboard)
Kartu suara: Realtek HD Audio
Harddisk: SATA 160GB, 5400rpm
Optical drive: Tidak ada
Fasilitas: LAN, Wi-Fi b/g, Bluetooth V2.0+EDR, card reader (SD,
SDHC, MMC), 3 USB, Webcam 1,3 megapixel
Layar: Wide LCD 10,2”, 1024x600 pixel, backlight
Sistem Operasi: Windows XP Home Edition
Batere: Li-Ion 11,1V 2200mAh, 3-cell
Dimensi: 26x18x (2,6-3) cm
Bobot: 1,15 kg (dengan batere standar)
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.axiooworld.com.
Harga kisaran*: Rp 4,8 juta

(sumber:ketok.com)
Read more

Mengintip Perkembangan Teknologi i-Mode di Jepang

Posted by ipa3 | Thursday, December 10, 2009 | | 0 comments »


Fenomena mobile phone terus berkembang yang ditunjukkan dengan munculnya model baru bernama I-mode. I-mode adalah sebuah sistem yang memungkinkan pengguna HP (user) mengakses internet dari mobile phone.Teknologi i-mode ini hampir mirip dengan teknologi WAP yang dikembangkan oleh GSM dan saat ini lagi 'in' di Indonesia dan negara Eropa lainnya.

Sistem i-mode dikembangkan oleh NTT Docomo, anak perusahaan dari NTT, perusahaan operator telepon terbesar di Jepang. Sejak peluncuran teknologi i-mode pertama kali pada Pebruari 1999 lalu hingga awal Juli 2000, DoComo telah menjaring 10 juta subscriber. Masyarakat Jepang seperti tersihir oleh teknologi yang relatif baru ini.

Dengan teknologi i-mode ini user bisa mengakses internet dengan kecepatan 64 kbps langsung dari handphone tanpa piranti tambahan apapun. Berbagai layanan informasi penting dan menarik serta hiburan di sediakan oleh NTT docomo untuk user i-mode ini. Informasi seperti pusat perbelanjaan, shopping online, rekreasi, tempat hiburan, restaurant dll dapat di akses dengan cepat di layar pesawat kecil ini (handphone i-mode).

Selain layanan berbagai informasi tadi, pemesanan tiket pesawat terbang, shinkansen (kereta tercepat di Jepang), konser musik, disneyland, transaksi perbankan seperti transfer uang, pembayaran rekening telepon, listrik, gas dan lain-lain bisa terlayani hanya dengan klik-klik tombol handphone.

Sejak 3 Juli lalu, mulai disediakan layanan dalam bahasa Inggris khususnya layanan informasi berita CNN, Nikkei News, Bloomberg, Dow Jones, Weather News, Tokyo Foodpages, Chosun Ilbo, Citibank dan Northwest.

Di Jepang, selain NTT Docomo, masih banyak operator mobile lainnya yang menyediakan fasilitas ini seperti J-Phone yang sedang menawarkan servis J-SkyWeb, IDO dan TUKA yang sedang menawarkan servis EZweb. EZweb ini kompatibel dengan teknologi WAP (Wireless Application Protocol) yang sedang banyak di gunakan di seluruh daratan Eropa dan Oceania termasuk Indonesia. Meskipun akhir-akhir ini banyak keluhan atas teknologi WAP, dalam kenyataannya banyak negara-negara yang menganut teknologi ini ketimbang i-mode yang hanya dimiliki di Jepang ini.

Sebagai gambaran, data bulan april 2000 lalu menunjukkan bahwa jumlah pengguna mobile phone di seluruh Jepang telah mencapai 65 juta subscriber.
Jepang salah satu negara dengan produsen handphone yang terbilang banyak. Jika Eropa bangga dengan Nokia dan Ericsson-nya, Amerika dengan Motorola, maka Jepang punya sederet merek seperti Sony, Panasonic, Toshiba, Hitachi, Kyocera, Sanyo, Kenwood dan NEC. NEC sendiri saat ini tengah melakukan riset besar-besaran untuk produksi HP berteknologi tinggi.

Di dalam negeri Jepang sendiri saat ini persaingan antar antar produsen handphone berlangsung ketat khususnya produsen besar seperti NTT Docomo, J-Phone, IDO, TUKA dll. Persaingan bahkan sampai pada tahap penurunan harga secara drastis. Jangan heran jika harga handphone di pasaran pun sangat murah-murah meskipun tetap menawarkan teknologi tinggi. Pesawat HP keluaran 6 bulan terakhir misalnya ada yang seharga 1 yen (Rp 80,-), 500 yen (Rp.40.000,-) dan 1000 yen (Rp 80.000,-) tergantung kemampuan teknologi masing-masing pesawat. Untuk pesawat model terbaru (paling gres) berkisar 20.000 yen (Rp 1,6 juta).

Dapat dipastikan bahwa hampir sebulan hadir sebuah produk baru dengan teknologi terbaru pula. Tak heran jika harganya pun berubah-ubah. Faktor inilah yang membuat masyarakat Jepang menjadi konsumtif. Nah, pencapaian angka 65 juta subscriber pesawat handphone seperti yang disebutkan tadi menjadi sangat beralasan. (Azhar Kamal)www.x-phones.com

Read more

Sejarah singkat MAN Model Bangkalan

Posted by ipa3 | Sunday, December 06, 2009 | | 0 comments »


Madrasah Aliyah Negeri Model Bangkalan berdiri pada tahun 1978, hasil alih fungsi  dari PGA  6. Alih fungsi tersebut berdasarkan SK mentri Agama (Prof.Dr.H.Mukti Ali ) nomor 17/1978, tgl 16 Maret 1978. Sejak SK tersebut dikeluarkan , siswa kelas 4,5 dan 6 PGA pada waktu itu secara otomatis menjadi siswa kelas 1,2,dan3 MAN. Kemudian sejak tahun 1998, MAN Bangkalan bersama-sama dengan 35 Man Bangkalan lainnya yang tersebar di 26 provinsi ditunjuk sebagai madrasah percontohan (MAN Model ) melalui program DEVELOPMENT MADRASAH ALIYAH PROJECT (DMAP) Departemen Agama, berdasarkan surat keputusan Directur Jenderal Pembinaan kelembagaan Agama Islam Departemen Agama nomor E.IV.00.6/KEP/17.A/98, Tgl 20Februari 1998.

Sejak berdiri sampai sekarang, MAN Bangkalan telah mengalami 5 kali pergantian kepemimpinan, yaitu :
1.       Hakiman                                    ( 1979 – 1980 )
2.       Drs. Sarijoen                            ( 1980 – 1990 )
3.       Drs. Farchan                            ( 1990 – 1993 )
4.       Drs.H.Hambali                         ( 1993 – 2003 )
5.       Drs.H.Nasito Arief, M.Ag    ( 2003 – Sekarang )




Read more

Review SSD Corsair P128

Posted by ipa3 | Monday, November 30, 2009 | | 0 comments »







[Gambar 1. Corsair]


Corsair, selama ini memang rajin mengeluarkan varian produk untuk memori dan power supply. Di ranah itu bahkan Corsair terbilang sebagai merek yang unggul dan bisa diandalkan.


Nah, trend Solid State Drive (SSD) yang belakangan mulai mucul, tampaknya membuat produsen asal Amerika ini ingin ikut meramaikannya dengan merilis beberapa varian SSD.

Corsair coba hadirkan beberapa varian SSD yang dibedakan berdasarkan kebutuhannya, yakni Performance Series, Extreme Series, dan Legacy Solid-State Drives.

Ringan dan Cukup Kencang

Corsair coba menawarkan sebuah SSD dengan beragam kapasitas, mulai dari 64GB hingga 256GB. Semuanya memiliki bobot yang cukup ringan yakni 77 gram.

Selain ringan, perangkat itu memiliki fitur lain seperti cache memory sebesar 128MB, desain ramping yang didominasi warna perak, dan performa yang cukup menjanjikan.

Kemampuan sebuah SSD memang tak luput dari peranan controller yang digunakan, dan dalam hal ini Corsair mempercayakan controller buatan Samsung. Corsair mengklaim produk ini memiliki kecepatan membaca hingga 220MB/s dan menulis hingga 180MB/s.

Untuk menguji kehandalannya, pihak penguji menggunakan beberapa aplikasi seperti HD Tune dan HD Tach. Untuk kemampuan membaca misalnya, pada benchmark yang dilakukan SSD ini hanya menembus angka 196,6 MB/s dan 176,5MB/s untuk kemampuanya menulisnya.

Meski berbeda dari klaim, selisih kemampuan ini tidak akan terasa jika digunakan untuk aplikasi sehari-hari atau bermain game. Selisih itu pun terbilang hanya terpaut sedikit dibandingkan klaim penjualannya.

Satu hal yang disayangkan, SSD P128 milik Corsair ini menunjukkan gejala kurang stabil. Pada waktu pengujian terdapat penurunan transfer data yang cukup signifikan, hingga 113MB/s, ketika menulis. Meski hanya terjadi sejenak, penurunan itu cukup menimbulkan pertanyaan.

Tahan Lama

Pada situs resminya, produk ini dicantumkan memiliki Mean Time Before Failure (MTBF), alias masa pakai, hingga 100 tahun. Tentunya, hal itu sulit diukur kebenarannya.

Di sisi lain, Corsair berani memberikan garansi selama 2 tahun yang bersifat replacement (penggantian produk) jika ada kendala. Hal tersebut tentunya memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengguna yang memilih produk ini.

Corsair membandrol P128 dengan harga USD 405 untuk kapasitas 128 GB. Secara keseluruhan, performa Corsair P128 masih cukup bisa diandalkan untuk penggunaan sehari-hari. Jika saja produk ini menyertakan sebuah bracket --agar dapat digunakan pada drive 'tradisional' berukuran 3.5 inch-- tentunya akan makin manis untuk dipakai di PC desktop.

Kelebihan
+ Bobot Ringan
+ Kapasitas Cukup Besar
+ Tampilan yang bagus

Kekurangan
- Ada gejala kurang stabil
- Selisih performa dengan yang dijanjikan

(sumber:ketok.com)
Read more