Mengintip Perkembangan Teknologi i-Mode di Jepang

Posted by ipa3 | Thursday, December 10, 2009 | | 0 comments »


Fenomena mobile phone terus berkembang yang ditunjukkan dengan munculnya model baru bernama I-mode. I-mode adalah sebuah sistem yang memungkinkan pengguna HP (user) mengakses internet dari mobile phone.Teknologi i-mode ini hampir mirip dengan teknologi WAP yang dikembangkan oleh GSM dan saat ini lagi 'in' di Indonesia dan negara Eropa lainnya.

Sistem i-mode dikembangkan oleh NTT Docomo, anak perusahaan dari NTT, perusahaan operator telepon terbesar di Jepang. Sejak peluncuran teknologi i-mode pertama kali pada Pebruari 1999 lalu hingga awal Juli 2000, DoComo telah menjaring 10 juta subscriber. Masyarakat Jepang seperti tersihir oleh teknologi yang relatif baru ini.

Dengan teknologi i-mode ini user bisa mengakses internet dengan kecepatan 64 kbps langsung dari handphone tanpa piranti tambahan apapun. Berbagai layanan informasi penting dan menarik serta hiburan di sediakan oleh NTT docomo untuk user i-mode ini. Informasi seperti pusat perbelanjaan, shopping online, rekreasi, tempat hiburan, restaurant dll dapat di akses dengan cepat di layar pesawat kecil ini (handphone i-mode).

Selain layanan berbagai informasi tadi, pemesanan tiket pesawat terbang, shinkansen (kereta tercepat di Jepang), konser musik, disneyland, transaksi perbankan seperti transfer uang, pembayaran rekening telepon, listrik, gas dan lain-lain bisa terlayani hanya dengan klik-klik tombol handphone.

Sejak 3 Juli lalu, mulai disediakan layanan dalam bahasa Inggris khususnya layanan informasi berita CNN, Nikkei News, Bloomberg, Dow Jones, Weather News, Tokyo Foodpages, Chosun Ilbo, Citibank dan Northwest.

Di Jepang, selain NTT Docomo, masih banyak operator mobile lainnya yang menyediakan fasilitas ini seperti J-Phone yang sedang menawarkan servis J-SkyWeb, IDO dan TUKA yang sedang menawarkan servis EZweb. EZweb ini kompatibel dengan teknologi WAP (Wireless Application Protocol) yang sedang banyak di gunakan di seluruh daratan Eropa dan Oceania termasuk Indonesia. Meskipun akhir-akhir ini banyak keluhan atas teknologi WAP, dalam kenyataannya banyak negara-negara yang menganut teknologi ini ketimbang i-mode yang hanya dimiliki di Jepang ini.

Sebagai gambaran, data bulan april 2000 lalu menunjukkan bahwa jumlah pengguna mobile phone di seluruh Jepang telah mencapai 65 juta subscriber.
Jepang salah satu negara dengan produsen handphone yang terbilang banyak. Jika Eropa bangga dengan Nokia dan Ericsson-nya, Amerika dengan Motorola, maka Jepang punya sederet merek seperti Sony, Panasonic, Toshiba, Hitachi, Kyocera, Sanyo, Kenwood dan NEC. NEC sendiri saat ini tengah melakukan riset besar-besaran untuk produksi HP berteknologi tinggi.

Di dalam negeri Jepang sendiri saat ini persaingan antar antar produsen handphone berlangsung ketat khususnya produsen besar seperti NTT Docomo, J-Phone, IDO, TUKA dll. Persaingan bahkan sampai pada tahap penurunan harga secara drastis. Jangan heran jika harga handphone di pasaran pun sangat murah-murah meskipun tetap menawarkan teknologi tinggi. Pesawat HP keluaran 6 bulan terakhir misalnya ada yang seharga 1 yen (Rp 80,-), 500 yen (Rp.40.000,-) dan 1000 yen (Rp 80.000,-) tergantung kemampuan teknologi masing-masing pesawat. Untuk pesawat model terbaru (paling gres) berkisar 20.000 yen (Rp 1,6 juta).

Dapat dipastikan bahwa hampir sebulan hadir sebuah produk baru dengan teknologi terbaru pula. Tak heran jika harganya pun berubah-ubah. Faktor inilah yang membuat masyarakat Jepang menjadi konsumtif. Nah, pencapaian angka 65 juta subscriber pesawat handphone seperti yang disebutkan tadi menjadi sangat beralasan. (Azhar Kamal)www.x-phones.com

0 comments